Membuat Trading Plan di Aplikasi Trading Saham

By | September 14, 2022

Sebagai seorang trader, membuat rencana trading merupakan suatu hal yang penting. Apabila tidak direncanakan dengan matang, tentu saja langkah-langkah trading yang akan dijalankan di aplikasi trading saham juga berpotensi untuk gagal dan merugikan diri sendiri.

Tips Membuat Trading Plan

Sayangnya, masih banyak trader yang keliru dalam pembuatan rencana trading, bahkan tidak membekal dirinya dengan trading plan sama sekali. Rencana ini bisa menjadi cara yang efektif dan mudah dilakukan sehingga dapat menjaga sisi psikologis Smart People selama aktif menjalankan trading saham.

Trading plan tentunya juga dapat membuat Smart People dapat terbiasa membaca beragam peluang dan transaksi. Lantas, bagaimana cara membuat trading plan ini? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Pahami tujuan pembelian dan karakter saham

Sebelum membuat trading plan, sudah pasti Smart People harus mempunyai tujuan terlebih dahulu, apakah akan digunakan untuk investasi atau trading. Apabila sudah yakin untuk menjalankan trading, maka buatlah rencana yang akan membuat saham tersebut perform disimpan dalam jangka pendek.

Untuk trading, biasanya tergantung dari jangka waktu dan strategi yang akan dilakukan dengan pilihan pada saham second dan third liner. Ada tiga metode trading yang bisa dilakukan, yakni super trading (beli dan hold selama 1-6 bulan), swing trading (beli dan hold selama 1 bulan), dan scalping yang dilakukan selama 1 hari saja.

Pemilihan saham emiten juga tidak boleh asal. Ada baiknya Smart People memilih saham yang memiliki fundamental kuat dan relatif stabil sehingga transaksi jual-beli saham tersebut tidak banyak merugikan.

2. Tentukan waktu transaksi

Rencanakan juga waktu transaksi secara tepat, baik kapan akan membeli dan menjual saham tersebut. Lagi-lagi, biasanya langkah ini dilakukan berdasarkan strategi seperti apa yang akan dijalankan. Misalnya Smart People memang ingin menerapkan strategi Scalping, maka pembelian atau penjualan di aplikasi trading saham bisa dilakukan segera ketika saham tersebut lemah.

Timing ketika pembelian saham memang sangat penting untuk mengukur seberapa siap Smart People dalam menjalankan transaksi tersebut. Yang juga mesti diperhatikan, jangan lupa menentukan level pembelian dan batasan dari awal dengan tetap mengamati pergerakan harga supaya dapat menyentuh target yang diinginkan.

3. Rencanakan berapa banyak saham yang akan dibeli

Menghadapi pasar saham yang fluktuatif tentunya cukup menantang. Akan tetapi, pastikan Smart People tidak mudah tergoda, terutama jika pasar saham sedang mengalami uptrend. Ada baiknya atur portofolio sejak awal dengan mengukur seberapa mampu dan berapa banyak saham yang akan dibeli nantinya.

Smart People dapat mengalokasikan modal untuk saham-saham yang mempunyai fundamental kuat terlebih dahulu. Selanjutnya, lakukan sejumlah strategi seperti swing trading, scalping, dan strategi lainnya sesuai dengan kebutuhan serta mempertimbangkan risiko yang akan didapatkan.

4. Hitung imbal hasil dan risiko

Perencanaan dalam trading juga tidak lepas dari bagaimana Smart People menentukan harga beli dan harga jual saham. Dengan demikian, kita dapat menghitung potensi hasil yang nantinya akan didapatkan. Ambil contoh, harga beli yang ditetapkan adalah Rp10.000 dengan harga jual Rp15.000 sehingga potensi imbal hasil bisa mencapai 50%.

Selain itu, ketahui juga potensi risiko yang akan diperoleh. Apalagi, trading saham memang memiliki risiko seperti harga yang gagal naik dan malah bergerak turun. Apabila sudah paham dengan risiko tersebut, maka Smart People bisa menerimanya jika benar-benar menghadapinya.

5. Jangan segan mencari referensi

Buat Smart People yang masih pemula atau masih kebingungan, tidak jarang akan kebingungan ketika membuat trading plan. Hal ini sejatinya wajar, apalagi jika baru pertama kali. Meski demikian, seorang trader perlu bergerak cepat dengan tidak segan mencari berbagai referensi hingga bertanya pada orang-orang yang sudah berpengalaman.

Bahkan, Smart People juga bisa menerapkan prinsip “learning by doing” dengan langsung mendownload aplikasi trading saham dan mempraktikkan perencanaan trading tersebut. Meski demikian, bekali diri terlebih dahulu dengan pengetahuan mendasar tentang trading saham ya.

Membuat Trading Plan dengan Aplikasi Trading

Membuat trading plan sudah pasti harus dilakukan di awal untuk bisa menentukan strategi dan metode trading yang tepat. Tujuannya tidak lain untuk meminimalisir risiko dan meraup hasil yang menggiurkan. Salah satu trading plan yang juga bisa dilakukan yakni dengan memilih aplikasi trading yang tepat.

Ada berbagai aplikasi yang bisa digunakan untuk trading seperti RHB Tradesmart. Aplikasi ini dikenal sebagai aplikasi terbaik untuk aktivitas trading saham. Kelebihan lainnya, yakni memiliki berbagai fitur yang sangat membantu trader dalam menjalankan rencana trading, salah satunya Smart Rate.

Smart Rate merupakan fitur yang memungkinkan para trader mendapat pembiayaan dari RHB Sekuritas melalui akun margin. Dengan demikian Smart People bisa lebih sukses dalam trading saham karena pinjaman tersebut bisa mencapai 1.65 kali dari total saham yang ada di riwayat portofolio. Bunganya pun rendah, bisa mencapai 0.025% per hari.

Nah, jika Smart People ingin menikmati fitur ini, segera download aplikasi trading saham RHB Tradesmart dari Play Store an App Store secara gratis. Sudah siap mencobanya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.