Mengulik Pentingnya Pemeriksaan Elektrofisiologi Untuk Jantung

Teknologi

Pemeriksaan elektrofisiologi menjadi salah satu tes diagnostik jantung yang menggunakan metode invasif. Tujuannya untuk merekam dan mengevaluasi aktivitas listrik dari organ jantung. Intervensi elektrofisiologi juga dimanfaatkan untuk mendiagnosis dan mengatasi gangguan irama jantung yang tidak normal. Berikut ulasan selengkapnya yang wajib anda tahu!

Alasan Melakukan Pemeriksaan Elektrofisiologi

Sinyal listrik alami jantung dihasilkan oleh nodus sinoatrial yang dapat merangsang otot jantung dan menyebabkan kontraksi. Untuk mendapatkan aliran darah secara normal ke seluruh bagian tubuh,  rangsangan ini harus berjalan secara konsisten dan tentunya efisien. Apabila sistem konduksi listrik rusak, maka akan terjadi gangguan irama jantung yang tidak teratur.

Gangguan irama yang satu ini juga dikenal dengan istilah aritmia yaitu irama jantung yang bisa terlalu lambat atau terlalu cepat. Jika kondisi yang satu ini dibiarkan begitu saja dan tidak segera ditangani, maka gangguan ini akan berkembang menjadi kondisi yang cukup fatal, misalnya saja gagal jantung, stroke, bahkan gagal jantung.

Oleh karena itu, anda harus melakukan Intervensi elektrofisiologi sebagai langkah untuk mengatasi gangguan tersebut. Dokter spesialis jantung yang menangani akan menggunakan kabel elektroda kecil untuk menemukan diagnosis dan menentukan jenis pengobatan tepat pada pasien. Pemeriksaan ini juga dapat menentukan apakah penderita memerlukan alat bantuan atau pembedahan.

Pasien yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Elektrofisiologi

Pemeriksaan elektrofisiologi harus dilakukan pada penderita yang mengalami gejala aritmia. Gejala yang satu ini biasanya ditandai dengan beberapa kondisi, seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, bahkan pingsan. Jika hal tersebut terjadi, maka penderita harus melakukan prosedur yang direkomendasikan oleh dokter.

Namun, prosedur ini biasanya dilakukan jika hasil diagnosis masih belum jelas, padahal sudah menjalani beberapa pemeriksaan. Sedangkan bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan, maka pemeriksaan elektrofisiologi bisa membantu mendeteksi apakah konsumsi obat obatan berjalan efektif atau perlu dilakukan tindakan tambahan.

Prosedur Pemeriksaan Elektrofisiologi

Untuk melakukan prosedur yang satu ini, maka pasien akan terjaga. Namun ketika berlangsung, pasien akan diberi obat sedasi agar menghindarkan dari rasa tidak nyaman. Kemudian elektroda dipasang di bagian dada serta bagian punggung untuk memantau kondisi jantung selama proses pemeriksaan ini berlangsung.

Selanjutnya, dokter akan memberi bius lokal serta membuat sayatan untuk memasukkan penutup menuju ke arteri atau vena. Sebuah kateter secara khusus akan dimasukkan dan diarahkan menuju jantung untuk melakukan Intervensi elektrofisiologi. Secara bersamaan, prosedur ini juga mengharuskan dokter dalam mengirim denyut dan sinyal listrik dengan kadar rendah ke dalam jantung.

Itulah beberapa informasi yang harus anda tahu mengenai prosedur pemeriksaan elektrofisiologi. Untuk melakukan pemeriksaan ini, maka dokter akan menjalankan beberapa tes agar mendapatkan penanganan yang tepat. Bagi anda yang ingin melakukan prosedur ini, maka Heartology Cardiovascular Center (heartology.id) akan membantu anda untuk mendiagnosis gangguan pada jantung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *